ISIC selalu bangga dengan dukungan internasional yang diterima dari UNESCO,yang merupakan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. Saat ini ISIC Indonesia telah menandatangani kerjasama kemitraan lokal dengan Youth Desk - Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Menyadari pentingnya partisipasi pemuda dalam pembangunan nasional Indonesia, Youth Desk resmi didirikan dan diluncurkan pada tahun 2010 yang akan saling menguntungkan bagi pemuda masyarakat / kelompok pemudadan INCU tersebut. "Pemuda Indonesia tidak hanya masa depan tetapi juga aktor penggerak yang sangat penting di masa sekarang ini. Sesuai dengan motto kami: Engage, Ensure, Encourage, Empower, pemuda Indonesia dapat menyuarakan keinginan mereka dan berpartisipasi aktif dalam Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Kebudayaan dan Komunikasi."
IISIC Indonesia dan Youth Desk – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO juga akan bekerja sama untuk mempromosikan tujuan ISIC dengan menawarkan kesempatan bagi siswa dan remaja melalui pendidikan dan perjalanan, baik lokal maupun internasional. "ISIC Indonesia dan Youth Desk – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO adalah mitra sempurna dengan tujuan umum memperkaya kehidupan siswa melalui pendidikan dan hal-hal menyenangkan lainya seperti traveling yang dapat memperkaya wawasan global mereka. Saya bersemangat dengan adanya kemitraan antara Youth Desk dan ISIC Indonesia . Saya berharap ini akan menjadi kemitraan jangka panjang dan saling mendukung satu sama lain. " tambah Bill Johnson, GM. ISIC Indonesia.
(Kontributor: ISIC Indonesia)
Communication
|
Dalam rangka memperingati Hari Demokrasi Internasional 15 September 2011 lalu RRI melalui program Voice of Indonesia (VoI) bekerjasama dengan United Nations Information Center (UNIC) dan the Sultan Hotel menyelenggarakan acara “Diplomatic Forum”, sebuah acara bincang-bincang radio yang disiarkan oleh RRI World Service dan PRO 4 RRI Jakarta di 92.8 FM. Acara ini disiarkan secara langsung ke seluruh dunia dalam bahasa Inggris. Program ini mendukung pemerintah untuk memperkuat program-program nasional yang didedikasikan untuk promosi dan konsolidasi demokrasi. Tema global yang diusung dalam Hari Demokrasi Internasional tahun ini adalah “Pemuda dan Demokrasi”. TAcara di mulai pada pukul 15.00 di Kudus Bar and Wine Hotel Sultan. Setelah sesi pembukaan oleh perwakilan RRI, acara yang dipandu oleh tim RRI dan VoI ini dimulai. Tim pemandu acara mengajukan beberapa pertanyaan kepada enam orang narasumber yang hadir yaitu Bapak Andi Malarangeng – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Mr. Biren Nanda – Duta Besar India untuk Indonesia, , Bapak Andi Taletting Salahuddin – Asisten Deputi Direktur Urusan Luar Negeri, Dirjen HAM, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Dr. Ignas Kleden – Ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dan Dosen program studi Master di UI, dan Edwin Leo Mokodompit – Koordinator Youth Desk - Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Setelah sesi pertanyaan resmi dari pemandu acara, hadirin juga dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Acara berlangsung interaktif hingga ditutup pada pukul 17.00.
Mohon maaf, belum tersedia dalam Bahasa Indonesia.
The event was attended by 33 Social Movement Community Partners, 300 participants and Keynote speakers, such as Prof. Dr. Arief Rachman, M Ed (Chief Executive of the Indonesian National Commission for UNESCO), Michael John (Google Earth Founder), Roby Muhamad (Online Social Media Expert), Monika Pratiwi (Project Officer of Jump All Over The World, International Division Rotaract Jakarta), Ridwan Kamil (Chairman of Indonesia Berkebun), Adamas Belva (Indonesia Berbagi) and also Pandji Pragiwaksono (Social Activist and the Host Provoactive), wiith Steny Agustaf as the Host. The objectives of this event are to share experiences related to social media by facilitating the participant to share their inspirations and experiences about social media function which is not only just an entertainment tool. The next objective is connecting one social community with the others, hoping they can work together as one synergy and then creating a larger movement in benefit to many people. Things can spread incredibly fast around the world by utilizing social media. And it also provide people with easier and faster akses to it. People who don’t understand the power of social media merely use it just for entertainment and pleasure when actually they can use it for a better and more useful thing not only for themselves but for others too. For example Adamas Belva from Indonesia Berbagi shared his experience of utilizing social media to form a media for charity for people in need in a very simple way yet really effective. with so much better way to utilize social media, Social movements festival team hopes this event can inspire users of social media to create more useful activities again for themselves and for others around them. This initiative is also expected to inspire and become a starting point of public awareness about social media so it can be use to create social changes, towards a better Indonesia. Therefore Social Movement Festival Team made the pledge or a petition for anyone who care and want to contribute to social change through social media, so that this activity will have a sustainable impact.
|
|
|
















