Tuesday, May 21st

Last update08:13:04 AM GMT

  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
Education

 

Youth Led Initiative Program : Greenpreneurship Challenge

 

Belajar dari Wirausahawan Muda tentang Bisnis yang berkelanjutan melalui ‘Greenpreneurship Challenge’

Program yang diinisiasikan pada tahun 2012 ini merupakan program rutin yang akan diadakan setiap tahunnya. Program Greenpreneurship Challenge 2012 yang bertemakan ‘Rubah Bisnis Anda ke Bisnis Ramah Lingkungan’ dilaksanakan pada Juli hingga September 2012 diselenggarakan oleh para mahasiswa Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.

 

Produk ramah lingkungan hasil kreasi para finalis

 

 

Selama program tersebut para finalis juga memperoleh beragam pelatihan dari para ahli serta melakukan kunjungan ke perusahaan nasional. Para juri yang terdiri dari Ridwan Kamil (Indonesia Berkebun), Devi Suradji (WWF) dan Disssa Naratania (Youth Desk) telah menyeleksi 3 finalis terbaik dari 10 finalis terpilih pada puncak acara yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Ketiga finalis terbaik masing-masing menerima dana Rp.10,000,000,- untuk mendukung wirausaha mereka. Berikut ini adalah ketiga finalis terbaik :

1. Septian Suryo (Sabun mandi ‘Mars’ yang terbuat dari limbah minyak goreng)

2. Desi Sulistyawati (Makanan Ringan Ubi Manis)

3. Mahendra Ega (Segon Jamur)

Sekalipun puncak acara telah berakhir namun pelaksanaan program terus berlanjut yakni Tim Greenpreneurship Challenge akan memberikan pendampingan serta melakukan pelaporan perkembangan tentang wirausaha kesepuluh finalis secara rutin.

Bravo untuk tim GPC dan para finalis! Ditunggu inovasi berikutnya.

Detail selanjutnya (harap lihat di section Publikasi)

Siaran Pers Greenpreneurship Challenge Bahasa and English Version

Siaran Pers Green with Batik Bahasa and English Version

 

Kunjungan ke 'Kampoeng Djamoe' Sariayu Martha Tilaar

Para 10 finalis

 

 



Hari Kamis tanggal 2 Febuari 2012, Perwakilan generasi muda yang tergabung dalam Parlemen Muda melakukan kunjungan di kantor Wakil Menteri Bidang Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyampaikan gagasan mereka dalam bentuk rekomendasi sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan di Indonesia. Kegiatan ini di selenggarakan oleh IFL (Indonesian Future Leader) yang difasilitasi oleh Youth Desk - Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.

Adapun delegasi Parlemen Muda yang hadir adalah Maya Ardawati (Delegasi Jambi), Bella Moulina (Delegasi Jambi), Kris Saputri (Delegasi Sumatera Utara), Rezha Bayu Oktavian (Delegasi Sulawesi Tenggara), M. Fadhil Achyari (Delegasi Aceh), Aris Munandar (Delegasi Lampung), Pandji Aziz Pratama (Delegasi Banten), Rizki Yuniarini (Penanggung Jawab Acara), Yohana (Pimpinan Sidang pada topik Pendidikan) dan Jaan Pamuji dari Youth Desk – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO sebagai fasilitator.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Parlemen Muda Indonesia yang telah di mulai pada tanggal 30 Januari – 1 Februari 2012. Hasil Sidang dalam kegiatan tersebut khususnya bidang pendidikan disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. DR. Musliar Kasim, M.S.

Acara dibuka dengan perkenalan dari para delegasi yang hadir, dan disambut langsung oleh Bapak Musliar Kasim dilanjutkan dengan penyampaian hasil sidang dan rekomendasi yang kemudian mendapat tanggapan dan masukan dari Bapak Musliar.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari hasil pertemuan tersebut, antara lain kegiatan semacam ini perlu dilanjutkan dan dikembangkan untuk lebih banyak mengakomodasi dan mengajak lebih banyak pemuda Indonesia. Proporsi pemuda yang memiliki “energi lebih” seperti ini sangat bagus. Pemuda bisa membina kegiatannya sendiri secara mandiri, bahkan dapat mencari dana sendiri untuk membiayai acaranya. Bapak Musliar sendiri, telah mendengar mengenai IFL yang merupakan penyelenggara Parlemen Muda ini, dari sebuah program televisi dan beliau memberikan apresiasi atas inisiatif membanggakan ini.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dari delegasi mengenai fasilitas pendidikan dan Ujian Nasional dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Diharapkan kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wujud nyata penyaluran aspirasi pemuda untuk kepada para pemangku jabatan dan pengambil kebijakan.

Downloads:
Health Recommendation | Environment Recommendation | Education Recomendation

 
Mohon maaf, belum tersedia dalam Bahasa Indonesia.

The National Rover Scout Council as part of Indonesian Headquarter of Scouting Movement (Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) held a program for youth named National Leadership Development Training. Running at December 11th – 17th 2011 in Cibubur, 2 – 3 youth representatives of Regional Rover Scout Council from all provinces in Indonesia became the participants in this training. Almost all participants aged 16 – 23 years old seemed enthusiastic in following the program. They were really active in sharing and inspiring each other. It showed the spirit of Indonesian young people.

With the theme of ‘Guiding Scouts to Lead the Nations’, this training aimed to equip the participants with the newest issue and many skills about leadership. The participants are leaders in regional rover council; it means that they lead also the district rover council in their provinces. From their leadership, they are hoped to create new leaders that will be able to lead the nation in every aspects of life.

The concept of the training generally was divided into three parts, first was the theory, second was leadership tour, and third was outdoor activity. The theory was talking about leadership in general aspects, leadership in scouting, and leadership in 21st century, communication, management and other concepts. Leadership tour brought the participants into some museum that has inspiring stories about leaders in past time. The tour was ended by fun activities in Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol. Although it’s fun, there were some tasks given for the participants as ways to train their skills in communication and group work. The outdoor activity was guided by Cibubur Camp Field Outbound team to practice the theory given in the first part of training.

The speakers of the theory part were professional people from the Headquarters of Indonesian Scouting Movement and other professional institutions; one of them was Youth Desk Coordinator – Indonesian National Commission for UNESCO. Mr. Leo Mokodompit shared an interesting topic entitled ‘Leading the Y Generation’. This issue was delivered with a purpose to build awareness that the participants are leaders in 21st century. Since they lead todays’ generation, they are supposed to use today’s leadership style and methods and no longer applying such an old way of leadership.

The sharing was engaged the participants’ attention showed by the questions and answer session that full of hand rose. The participants confessed that they got and heard many new issues of leadership and related issues from this training. The national rover scout council as the organizer hopes this training can strengthen the network of scouting movement for youth. The network will help the scouts create future leaders to drive change.
 
Persaudaraan Tanpa Batas

Memperingati hari penyandang cacat internasional yang jatuh pada tangal 3 Desember 2011, sekelompok mahasiswa dari Sampoerna School of Education mengadakan kegiatan yang cukup inspiratif. Kegiatan kolaborasi dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta ini dinamakan DICE (Difable Children Empowerment) Workshop dan Festival. Diadakan tanggal 2 dan 3 Desember 2011, kegiatan dengan tagline ‘Aware, Care and Share’ didukung penuh oleh Koperasi Siswa Bangsa, Pulau Intan General Contractor, Komnas HAM, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Youth Desk – Komisi Nasional Indonesian untuk UNESCO dan suarajakarta.com; juga didukung oleh beberapa komunitas pemuda.

DICE Workshop dan Festival baru pertama kali diadakan sebagai bentuk perwujudan kepedulian calon guru masa depan terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, terutama untuk anak berkebutuhan khusus. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai teman-teman berkebutuhan khusus yang sering dipandang sebelah mata namun sebenarnya memiliki kemampuan yang luar biasa.

Workshop dilaksanakan dua kali di tanggal 2 Desember 2011. Pertama adalah workshop motivasi untuk teman-teman YPAC berjudul ‘Karena Kau dan Aku Bisa’ di pagi hari. Workshop ini dibawakan oleh Habibie Afsyah, lulusan YPAC yang kini berhasil dengan bisnis onlinenya. Siang hari dilaksanakan workshop untuk umum bertemakan ‘Special Education for Special Children’ yang dibawakan oleh Ibu Endang Setyati ibunda dari Habibie Afsyah. Berbagi mengenai bagaimana mendidik Habibie, Ibu Endang berhasil menginspirasi peserta yang terdiri dari orang tua murid, guru, mahasiswa, dan siswa SMA.

DICE Festival diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2011 di halaman depan YPAC. Panggung berukuran 6x4 meter di lokasi ini dimeriahkan oleh penampilan hebat teman-teman YPAC, Dongeng Kanvas Klub, Komunitas Talang dan Pesulap Remaja. Anak-anak YPAC terlihat sangat senang dan ceria di acara ini. Hal ini nampak pada raut wajah dan tawa teman-teman YPAC.

Pada hari terebut dilaksanakan pula acara talkshow interaktif dan inspiratif bertema Education for All, dengan pembicara antara lain Dr. Saharudin Daming dan Nicholas Parsons dari Komnas HAM, Leo Mokodompit selaku Youth Desk Coordinator – Komisi Nasional Indonesian untk UNESCO dan Boy Siahaan.

Kegiatan ini diakhiri dengan hand painting yang menunjukkan kebersamaan yang tidak memandang keterbatasan. Panitia dan pengunjung kegiatan membantu setiap anak YPAC untuk mencelupkan tangan mereka ke dalam cat dan menempelkannya ke kain, serta mencuci tangan mereka. Suasana haru yang terjadi saat itu menunjukkan betapa kegiatan ini membuka mata setiap yang hadir bahwa keterbatasan yang ada bukanlah penghalang untuk maju, kasih sayang dan saling melengkapi akan menjadi jalan kehidupan yang bahagia.

(Kontributor: Yosea Kurnianto)

 

 

Pemuda Sadar HIV/AIDS = No Discrimination

Terkait peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2011, National Youth Care AIDS Prevention (NYOCAP), sebuah program HIV/AIDS yang berada di bawah pengawasan UNESCO Youth Desk, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO kali ini bekerja sama dengan Perfilma FHUI mengadakan kampanye penyebaran informasi terkait HIV/AIDS dengan nama SPARTAIDS (Socialize Program with Arts for AIDS Prevention). Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terkait HIV/AIDS yang seringkali dihiraukan.

Serangkaian kegiatan menarik dilaksanakan mulai dari Screening film At Stake dengan sutradara Nia Dinata dan Mencari Madonna dengan sutradara John de Rantau, ada juga sesi bedah film untuk film “Mencari Madonna” dengan sutradara, dan seminar “Pemuda sebagai agen pengubah stigma negatif Masyarakat Terhadap Orang Dengan HIV AIDS”. SPARTAIDS bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pulik dan menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Hal tersebut sesuai dengan tema Hari AIDS Sedunia 2011, “Zero AIDS, Zero Discrimination Zero new infection.”br />br /> Acara ini dilaksanaka di ruang F302 Fakultas Hukum Universitas Indonesia dari pukul 9 pagi hingga ditutup pukul 7 malam harinya dan berlangsung cukup baik dilihat dari besarnya animo masyarakat untuk mengikuti sebagian/seluruh kegiatan yang terangkai dalam kegiatan SPARTAIDS. Mahasiswa yang hadir pada kegiatan itu pun berasal baik dari berbagai fakultas di UI maupun masyarakat umum lainnya.br />br /> Sesi bedah film “Mencari Madonna” menghadirkan John De Rantau, sutradara tenar yang pernah berhasil membesut film-film inspiratif dan merupakan refleksi dari sebuah cerita nyata seperti Denias senandung di Atas Awan, dan Mestakung turut serta dalam acara ini. Dalam acara ini, ia menceritakan bagaimana proses pembuatan film Mencari Madonna dan nilai-nilai apa saja yang sebenarnya ingin Ia sampaikan terkait HIV/AIDS. Sesi Tanya jawab juga terlihat menarik dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta.br />br /> Untuk sesi diskusi “Pemuda sebagai agen pengubah stigma negatif Masyarakat Terhadap Orang Dengan HIV AIDS”, SPARTAIDS menghadirkan Edwin Leo Mokodompit (Coordinator UNESCO Youth Desk Indonesia) dan Mira Fajar Aviatri (Consultant UNAIDS dan staff ahli Dewan Pertimbangan Presiden bidang pendidikan dan kebudayaan). Sesi diskusi menjadi sangat menarik dengan pembahasan HIV/AIDS dari sudut pandang yang berbeda. Mira Fajar dengan pengalaman bertahun-tahun bersama UNAIDS dengan fasih membahas masalah HIV/AIDS dari sisi psikososial. Sementara Edwin Leo Mokodompit sebagai coordinator dari UNESCO Youth Desk fokus pada ulasan tentang perubahan bentuk pergerakan anak muda di Indonesia dan bagaimana anak muda membuat perubahan. Keterlibatan UNESCO dalam bidang HIV/AIDS memang terbatas hanya sampai tahap pendidikan dan pencegahan.br />br /> Rangkaian acara SPARTAIDS menunjukkan cukup banyak masyarakat, khususnya kaum muda yang sadar dan peduli akan ancaman HIV/AIDS, dan memang disadari bersama pentingnya akses informasi dan pemahaman yang baik terkait masalah HIV/AIDS, tidak hanya untuk mensukseskan program pencegahan HIV dan menekan tingkat infeksi baru, tapi juga untuk menyadarkan masyarakat akan stigma-stigma negative terkait HIV/AIDS dan menghentikan diskriminasi terhadap ODHA.

 

 
Peringatan Hari AIDS Sedunia - Akses Universal dan Hak Asasi Manusia

Pada tanggal 1 Desember 2011, bertepatan dengan Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2011. Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan UNESCO Office Jakarta, serta didukung oleh UNAIDS meluncurkan Buku 100 Puisi Pelajar Indonesia yang merupakan hasil Kompetisi Cipta Puisi dan Desain Sampul Buku 100 Puisi dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2010, kemudian dibukukan dan didiluncurkan setahun setelahnya.

Kegiatan HIV/AIDS di UNESCO mengacu pada EDUCAIDS framework – the UNAIDS Global Initiative tentang pendidikan, HIV dan AIDS yang dipimpin oleh UNESCO, serta bertujuan untuk mempromosikan, mengembangkan dan mendukung respon sektor pendidikan yang komprehensif terhadap HIV dan AIDS dengan remaja sebagai kunci pokok solusi.

Informasi selanjutnya dapat diperoleh di www.educaids.org

 

 

Bertepatan dengan hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2011, Tim Peduli AIDS UNIKA Atma Jaya mengadakan Talk Show mengenai HIV dan Drugs. Talk Show tersebut melibatkan pakar-pakar HIV dan drugs seperti BNN dan KIOS Atma Jaya. Peserta diajak untuk mengetahui tentang HIV/AIDS. Dalam acara ini, UNESCO turut ambil bagian sebagai moderator. Selain itu, Talk Show tersebut juga diisi dengan sharing pengalaman seorang mantan pengguna narkoba yang bernama Akhadi Wira Satriaji atau yang lebih dikenal dengan Kaka SLANK. Dalam Talk Show ini juga dimeriahkan oleh beberapa band yang berasal dari mahasiswa/i UNIKA Atma Jaya yang tergerak untuk turut peduli terhadap ODHA. Sebanyak kurang lebih 200 mahasiswa/i UNIKA Atma Jaya dan masyarakat umum mengikuti Talk Show yang bertujuan untuk memberi wawasan peserta untuk menjauhi HIV/AIDS melalui menjauhi Narkoba dan menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA.

Sebelumnya, Tim Peduli Atma Jaya juga telah melakukan serangkaian acara. Acara-acara tersebut meliputi acara Bedah Film selama 2 hari dan Long march. Bedah Film yang dilangsungkan selama 2 hari ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 200 mahasiswa/i UNIKA Atma Jaya. Dalam acara ini, satu harinya akan disajikan 2 film yang berbeda dan tebagi kedalam 2 sesi. Setiap sesinya akan diputarkan film dengan judul yang berbeda. Film yang diputar pada acara ini adalah LOVE PHOBIA dan Precious dengan pembicara 2 orang dokter dan seorang activist HIV/AIDS. Dalam setiap sesinya, akan diputarkan sebuah film dan dilanjutkan dengan pengulasan mengenai film tersebut. Selain mengulas mengenai film yang diputar, peserta juga diberikan beberapa buah informasi mengenai HIV/AIDS serta diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi Tanya jawab.

Lalu pada tanggal 27 November, 4 hari sebelum menjelang hari AIDS Sedunia, Tim Peduli Aids bersama masyarakat umum melakukan jalan santai dari Atma menuju Bunderan HI dan kurang lebih diikuti oleh 100 peserta. Seluruh peserta berkumpul di kampus UNIKA Atma Jaya Semanggi pada pukul 06.00 WIB dengan menggunakjan dress code putih dan memakai pita aids di dada sebelah kanan. Simbol pita merah yang digunakan, secara internasional melambangkan perang terhadap AIDS. Dalam acara jalan santai ini, para peserta membagikan sebuah notes yang berisikan pesan-pesan mengenai HIV/AIDS, berorasi, dan berfoto bersama membentuk pita merah HIV/AIDS. Selain itu, sepanjang jalan Atma- HI ada pertujukan theatrical berupa pantomin yang dilakukan oleh para pemain thearter dari SMA Marsudirini Bekasi.

Jalan santai ini bekerja sama dengan para finalist putra-putri bahari, para finalis L-Men, finalist Abang None Jakarta Selatan dan theater SMA MArsudirini Bekasi. JAlan santai ini diadakan dengan tujuan memberikan dukungan semangat kepada ODHA agar masyarakat luas mengetahui tentang HIV/AIDS dan peduli serta tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA. Demikianlah serangkaian acara yang dilakukan oleh Tim Peduli AIDS UNIKA Atma Jaya dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2011. Mari kita tunjukkan kepedulian terhadap ODHA dan tidak mendiskriminasi mereka dari kehidupan bermasyarakat seperti tema Hari AIDS Sedunia taun ini: ”Getting To Zero, Zero New HIV Infections. Zero Discrimination and Zero AIDS-Related Deaths.”
 

Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah pertama di wilayah timur Indonesia yang mendapatkan kunjungan dari perwakilan Youth Desk – Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Leo Mokodompit selaku Youth Desk Coordinator, diundang untuk menjadi keynote speaker pada Konges Wilayah Pemuda KNPI di Kota Makale, Tana Toraja tanggal 29 Juli 2011. Pada kesempatan tersebut, Leo memaparkan materi Youth Act! Drive Change with Local Wisdom. Tana Toraja sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki daya tarik yang luar biasa baik disisi adat-istiadat, tradisi maupun kekayaan alam adalah anugerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan, khususnya oleh para generasi mudanya. Kearifan lokal yang terkandung didalam seluruh unsur tersebut hendaknya selalu dijunjung-tinggi untuk mencegah tergerusnya nilai-nilai budaya oleh modernisasi. Karenanya pemuda sebagai ujung tombak pembangunan dan kemajuan pembangunan haruslah berpartisipasi aktif dengan melakukan aksi nyata dengan semangat anak muda sembari tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal setempat.

Didampingi oleh Anggota DPRD Tana Toraja dari unsur kepemudaan, Bapak Kristian Lambe, Leo Mokodompit juga dijadwalkan melakukan pertemuan bersama Bupati Tana Toraja, Bapak Theofilus Allorerung dalam rangka membicarakan persiapan penyelenggaraan International Youth Forum Tana Toraja di bulan Desember 2011. Selain diundang menghadiri acara One Night for IYF 2011 dan Malam Kesenian Tana Toraja, Leo Mokodompit juga mengunjungi 3 sekolah di Tana Toraja yaitu SMA Negeri 1 Tana Toraja, SMA Negeri 3 Tana Toraja dan SMA Katolik Makale, dengan melakukan sharing session bersama para siswa sekolah dengan tema yang sama, yaitu partisipasi aktif pemuda, melakukan aksi menggunakan nilai-nilai kearifan lokal.






 

HIV-AIDS saat ini merupakan isu kemanusiaan global. Tidak hanya menular pada komunitas tertentu saja namun juga membahayakan seluruh umat manusia tanpa membedakan. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan mematikanvsistem kekebalan tubuh. Kondisi dimana seseorang sudah kehabisan sistem kekebalan tubuh disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Pada kondisi ini, penyakit yang tidak terlalu berbahaya pun dapat menyebabkan kematian akibat tidak adanya sistem kekebalan tubuh untuk menangkal penyakit. Tanggal 27 Oktober 1988, Sidang Umum PBB dan juga WHO secara resmi mengesahkan pendeklarasian 1 Desember sebagai sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan tahunan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih ada disekitar kita dan masih banyak yang harus dilakukak untk mencegah penularannya secara global.

Pendidikan merupakan salah satu cara yang ampuh untuk membuka pikiran masyarakat dan menghindari pemahaman yang salah mengenai HIV/AIDS. Pendidikan pencegahan HIV/AIDS memegang peranan yang sangat penting untuk mengurangi penyebaran di kalangan pemuda. Untuk mendukung upaya tersebut, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan Nasional dan UNESCO Office Jakarta bekerjasama melaksanakan kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia bertempat di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional dan juga melaksanakan 2 kompetisi di tingkat sekolah.

Kompetisi tersebut antara lain, Lomba Penulisan Puisi tingkat SMP dan tingkat SMA/sederajat. Kompetisi lainnya adalah Kompetisi Desain Sampul Buku 100 Puisi yang akan dicetak dan didistribusikan ke sekolah-sekolah dan pusat kegiatan belajar masyarakat lainnya. Kompetisi dimulai pada bulan Oktober 2010 dan proses penjurian dilaksanakan pada tanggal 15 November 2010. Sebagai dewan juri, antara lain Taufiq Ismail (sastrawan), Jamal D. Rahman (Pimpinan Redaksi Majalah Horison) dan Drs. Agung Tri Wahyunto (Pusjas) sebagai dewan juri lomba puisi, serta Junian R. Siregar, Robinsar H. Simanjuntak dan Bejo Sulaktono dari Institut Kesenian Jakarta sebagai dewan juri Lomba Desain Sampul. Pemenang dar masing-masing kategori adalah :

Kompetisi Puisi Tingkat SMP

Fransisca Desiany (SMP Hati Suci) - Juara 1

Satria Bagus P.W. (SMPN 1 Cikarang) - Juara 2

Devita Yulianti (SMPN 10 Jakarta) - Juara 3

Kompetisi Puisi Tingkat SMA

Nurani Puspita Ningtyas (SMAN 8 Bogor) - Juara 1

Nirmala Rizka Suryani (SMA Labschool Kebayoran) - Juara 2

Jhonatan (PKBM Istimewa Lapas Pria Tangerang) - Juara 3

Kompetisi Desain Sampul Buku 100 Puisi

Anggi Almira (SMAN 3 Bogor) - Juara 1

Ridwan Dinata (SMKN 1 Jakarta) - Juara 2

M. Imam Sakli (SMKN 7 Jakarta) - Juara 3

Acara utama adalah peringatan Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember 2010 bertempat di Hall Utama Kementerian Pendidikan Nasional dengan MC Dewi Hughes. Sebagai bagian dari perayaan, diadakan pula pameran yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Nonformal dan Informal yang dilaksanakan sehari sebelumnya. Setelah mendengarkan sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan Pertunjukan Tari anak-anak yang membawakan Tarian Ronggeng Manis dari Word Vision Indonesia. Ronggeng adalah awalnya tarian tradisional dari Betawi, Jakarta. Delapan gadis penari menggambarkan pemuda yang belajar tari tradisional, menunjukkan kreativitas mereka dan kepentingan untuk melakukan kegiatan positif sehingga mereka dapat menghindari penggunaan narkoba dan perilaku berisiko sehingga akan mengurangi kemungkinan mereka terpapar HIV-AIDS dan juga meningkatkan kecintaan mereka pada budaya bangsa.

Setelah itu, Sekretaris Penanggulangan AIDS Nasional Komisi - Dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH. menyampaikan pidato tentang "Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia berkaitan pencapaian MDGs”. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Penyanyi Rap – “Microphone” yang beranggotakan Yusep Ridwan Soleh (Abox) dan Tian Permana (Cuya) yang merupakan pemenang BKKBN Rap Competition berjudul “Rencana Masa Depan” yang bercerita tentang ajakan kepada anak muda untuk lebih waspada terhadap bahaya narkotika dan obat terlarang serta sex bebas yang bisa mengancam masa depan. Direktur UNESCO Office Jakarta, Prof Hubert Geijzen menutup sesi pertama dengan sambutan.

Sesi berikutnya adalah intermezzo dari program televisi “Dahsyat” dengan pembawa acara Adi Nugroho. Program musik live yang tayang setiap hari ini kemudian menampilkan Syahrini yang membawakan lagu jagoannya “Aku Tak Biasa”. Setelah intermezzo live, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang kompetisi penulisan puisi dan desain sampul. Bapak Menteri Pendidikan Nasional menyerahkan piala kepada para pemenang dan dilanjutkan dengan penampilan Tari Peduli AIDS – Dance for Life oleh Yayasan AIDS Indonesia, PKBI dan YPI. Tarian ini menggambarkan dinamika anak muda dan semangat untuk selalu sehat dan positif, menghindari bahaya pergaulan dengan mengoptimalkan semua daya kreativitas dalam kegiatan mereka.

 
Informasi Umum       Tentang Kami   |   Partner   |   Publikasi   |   Kegiatan |   Galeri   |   Diskusi   |   Sukarelawan   |   Hubungi Kami
Prioritas Kami          Edukasi   |   Ilmu Pengetahuan   |   Kebudayaan  |   Komunikasi   |   Lintas Sektoral
Tautan Internal         WebMail
Anda di sini: Program Pendidikan